Senin, 30 Desember 2013

AGK: Jangan Lagi Ada Tipex

TERNATE-PM, Pasangan AGK-MANTHAB beserta tim sukses dan relawan siap mengawal Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Pulau Taliabu, pada 27 Januari mendatang sehingga proses PSU berjalan secara jujur dan demokratis. Penegasan tersebut disampaikan cagub Abdul Gani Kasuba, kepada Posko Malut Minggu (29/12).
Calon Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani KasubaAGK, berharap PSU yang dilaksanakan di 8 PPK Pulau Taliabu, berjalan dengan aman dan tertib sehingga semua warga Taliabu bisa menyalurkan hak pilihnya secara aman dan nyaman, tidak  terjadi intimidasi, maupun pemaksaan kehendak yang bisa memicu pertentangan. Masyarakat di 8 kecamatan, menurut AGK, harus tahu memiliki hak untuk menentukan dan memilih pemimpin dengan bebas tanpa tekanan dan paksaan. Diharapkan PSU di Taliabu berjalan secara jurdil dan hasilnya bisa diterima oleh masyarakat.
AGK, mengungkapkan jika PSU dimenangkan oleh pasangan AHM-Doa secara jujur tanpa kecurangan pihaknya menerimannya.  Namun, jika PSU dimenangkan oleh pasangan AGK-Manthab, dirinya mengimbau pasangan AHM-Doa dan tim suksesnya menerima kemenangan itu dengan lapang dada. Sebab, kemenangan pasangan AHM-DOA pada putaran pertama sampai putaran kedua penuh dengan kecurangan yang berakhir di Mahkamah Konstitusi (MK), kemudian oleh majelis hakim MK membatalkan hasil perolehan suara di 8 PPK.
Taliabu sebagai daerah pemekaran baru harus menunjukkan bahwa masyarakatnya lebih baik, bukan dijadikan sebagai tempat kecurangan pada momentum pilgub Malut. “Kita berharap agar pada PSU di Taliabu tidak terjadi hal-hal seperti itu lagi, tinggal 8 PPK saja kita akan kawal ketat pelaksanaan PSU dan jangan lagi ada tipex dokumen dan penggelembungan suara di sana,” katanya.
Menurut AGK, PSU di 8 PPK harus mengajarkan masyarakat untuk berbuat jujur dan tidak melakukan tindakan kecurangan. “Apalagi saya mau ke Taliabu mau paksakan masyarakat untuk memilih saya itu tidak mungkin, karena saya dari awal keliling Taliabu, saya sudah katakan bahwa saya bukan orang yang punya tipe dan akhlak memaksakan orang untuk memilih pemimpin,” ujarnya.
AGK, mengaku tidak pernah berpikir untuk mencurangi pasangan AHM-Doa. “Saya tidak boleh curangi AHM karena saya harus menghargai AHM sebagai bupati di sana. Tapi, kalau kami menang di Sula, saya kira saya harus terima kemenangan itu dan jangan terjadi seperti putaran pertama dan kedua yang memalukan kita semua,” ungkapnya.
AGK, mengimbau aparat keamanan untuk melindungi warga saat menyalurkan hak pilihnya di 8 PPK sehingga masyarakat tidak merasa takut dan ditekan. “Kepada penyelenggara pilgub terutama KPU harus istiqomah dan tidak memutar balik kebenaran,” harapnya. (ros/dar)

Sumber : http://poskomalut.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar