Rabu, 29 Mei 2013

PENCABUTAN NOMOR URUT CAGUB-CAWAGUB MALUKU UTARA

Komisi Pemilihan Umum Maluku Utara menggelar rapat pleno terbuka, untuk "mengocok" nomor urut enam pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur. Pengocokan dihadiri ribuan pendukung kandidat.

Rapat pleno terbuka berlangsung di aula kantor KPU Maluku Utara, Sabtu (18/5). Pencabutan nomor urut dilakukan dalam dua tahap. Hasilnya, pasangan Namto Hui Roba-Ismail Arifin mendapat nomor urut satu.

Pasangan Muhajir Albaar-Sahrin Hamid kebagian nomor urut dua. Duet Ahmad Hidayat Mus-Hasan Doa nomor urut tiga.

Pasangan Samsir Andily-Beny Laos nomor urut empat. Duo Abdul Gani Kasuba-Natsir Thaib nomor urut lima. Sedangkan pasangan Hein Namotemo-Malik Ibrahim mendapatkan nomor urut enam.

Pemilihan gubernur Maluku Utara dijadwalkan berlangsung 1 Juli 2013. Pemenangnya akan memimpin Maluku Utara, periode 2013-2018.

Editor: Ichoel
Sumber :  http://www.metrotvnews.com

Selasa, 14 Mei 2013

Kesultanan Ternate Dukung AHM-DOA

DEKLARASI; Massa pendukung AHM-Doa memadati Lapangan Ngara Lamo, tempat acara deklarasi pasangan AHM-Doa


TERNATE-Pasangan bakal calon (balon) gubernur dan balon wakil gubernur Maluku Utara (Malut)  dari Partai Golkar, Ahmad Hidyat Mus-Hasan Doa  (AHM-Doa) mendapat dukungan dari pihak Kesultanan Ternate. Kepastian dukungan pihak kesultanan ini disampaikan secara langsung Sultan Mudaffar Sjah saat deklarasi pasangan AHM-Doa di Lapangan Ngara Lamo, Soa Sio, Minggu (21/4.
Sultan yang tampil bersama Permaisuri Boki Nitha Budi Susanti menyatakan siap memenangkan AHM-Doa pada pemilihan gubernur (pilgub) mendatang. “Semua enam kandidat itu bagus-bagus sehingga sulit untuk menjatuhkan pilihan. Namun setelah saya usai shlaat subuh, saya mendapat petunjuk. Dan saya pilih adalah AHM-Doa,” kata Mudaffar langsung di hadapan massa pendukung AHM-Doa yang memadati Lapangan Ngara Lamo. Hadir langsung pada  acara Deklarasi pasangan AHM-Doa, sejumlah petinggi Partai Golkar dan para pertinggi  partai pendukung seperti Ketua DPD Partai Hanura Ikke Masita Tunas dan  Ketua DPW PPP Malut M. Ridwan Tjan.
Mudaffar mengaku keputusannya memilih AHM-DOA setelah melakukan serangkaian perjalanan spiritual. “Saya meminta petunjuk kepada Allah SWT,” ujarnya. Selain itu, kata Mudaffar, AHM juga terbilang bagian dari pihak Kesultan Ternate. Karena ayah AHM, Hi Taher Mus pernah dinobatkan Sultan Ternate sebagai salah satu Sangaji Kesultanan Ternate di Pulau Taliabu pada 30 tahun silam. “Karena itu, saya meyakini bahwa pasangan AHM-DOA  adalah pasangan calon yang memiliki komitmen untuk membngun Kesultanan Ternate. Karena itu, pihak kesultanan tidak akan mundur satu langkah untuk memenangkan AHM-DOA,” tandasnya.
AHM sendiri memberikan apresiasi atas sikap politik kesultanan yang mendukung pencalonannya. Ketua DPD Partai Golkar Malut yang juga Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) itu optimis dapat memenangkan pilgub dalam satu putaran. Pada kesempatan itu juga, AHM kembali menepis isu keterlibatan dirinya dalam kasus dugaan korupsi anggaran pembangunan Masjid Raya Sanana, Kepsul sebesar Rp 23,5 miliar. AHM bahkan bersumpah dirinya tidak sepeserpun menilep anggaran Masjid Raya. “Jika saya korupsi anggaran Masjid Raya Sanana, maka saya meminta kepada Allah dan Rasul agar mencabut nyawa saya, detik ini juga,” tandasnya.
Sebaliknya, AHM menganggap ada permainan pihak-pihak tertentu yang meniup isu seolah-olah dirinya terlibat kasus dugaan korupsi Masjid Raya Sanana. “Kalau kita mau Malut berkembang, jangan menghasut masyarakat. Sebab isu-isu semacam itu adalah hasutan. Mereka takut kalah bersaing dengan saya,” katanya.  (cr-02/fai).

malutpost.com
By Taher Marsaoly - Mon Apr 22, 2:02 pm

Deklarasi cagub Malut AHM-DOA, dihujani batu Di Kota Sanana

Deklarasi bakal calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Hasan Doa (DOA) di Kabupaten Kepulauan Sula, berakhir rusuh. Ribuan Warga Sula melakukan Penyerangan ke panggung tempat deklarasi AHM-DOA.

Ribuan warga Sula marah dan melampiaskan kekecewaannya terhadap Bupati Sula AHM, karna janji janjinya tak pernah terealisasi, seperti janji listrik gratis tapi lampu padam tiga bulan di Kota Sanana. Belum lagi sejumlah kasus korupsi seperti dana pembangunan Masjid Raya dan jembatan Waikolbota membuat warga Sula marah dan menolak AHM sebagai calon Gubernur Malut. Aksi sepontanitas ribuan warga Sula tersebut membuat para orator deklarator AHM-Doa, Hi Ridwan Sahlan (mantan Wakil Bupati Sula), Ismail Kharie (Sekertaris DPD Golkar Sula), Dahlan samuda (anggota DPRD Sula) yang berada dipanggung sontak pontang-panting karena dihujani batu. Para petinggi Golkar melarikan diri menggunakan lang boat karena jalan keluar lokasi deklarasi di blokir dan sweeping warga. Tepatnya di Pasar Fogi Sanana Ikukota Sula. Sementara Bupati Sula AHM Ketua DPD I Partai Golkar yang juga bakal Cagub sendiri tidak terlihat dalam acara tersebut. Ribuan warga ini akhirnya merusak panggung, Sound sistem, kursi, meja dan sejumlah baliho dan bendera partai pengusung AHM-DOA.
Polisi dari Polres Sula yang diturun ke lokasi hanya menemukan puing-puing rongsokan panggung dan alat peraga kampanye.(Syamsudin Sidik)
sindonews.com
Senin,  13 Mei 2013  −  15:23 WIB